Artikel Terakhir
Home » Posts filed under New Media
Tampilkan postingan dengan label New Media. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label New Media. Tampilkan semua postingan
Senin, 23 Desember 2013
Senin, 23 Desember 2013
- 0 Comments
By Christie Damayanti
IDKITA Kompasiana
Akhir tahun 2013, IDKITA Kompasiana
disibukkan lagi denga event Hari Ibu. Awalnya, kami berencana membuat
sebuah seminar dan talkshow yang akan menghadirkan beberapa Perempuan
Hebat Indonesia. Tema nya adalah ‘3 Perempuan Hebat Indonesia’ akan
menghadirkan salah satunya adalah ibu Linda Gumelar, Menteri
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, dan 2 orang Perempuan
Hebat yang lain.
Dan audience nya berkonsep untuk siswi2 remaja putri
serta perempusn dewasa berprestasi di Jakarta. Undangannya sudah
ditentukan di beberapa sekolah, dan sudah kami berusaha untuk koordinasi
kepada beliau2 ini. Sampai akhirnya, ternyata rencana tersebut harus
dibatalkan karena bu Linda Gumelar sendiri acaranya sangat padat,
sehingga beliau hanya bisa membuka seminar ini, dan yang lainnya tiba2
harus ke luar kota.
Cukup mengecewakan, memang, tetapi
IDKITA tetaplah IDKITA. Sebuah komunitas yang selalu menampung ide2
anggotanya, sehingga walau acara besar tersebut batal diselenggarakan,
tetapi kami mempunyai sebuah acara special yang lain, yaitu ‘Road-Show’
to School’ untuk Sosialisasi dan Workshop tentang Internet Sehat dan
Aman. Tidak jadi 1 kegiatan di 1 tempat dalam 1 waktu, IDKITA
menghasilkan 4 kegiatan di 3 sekolah ( SD 02 dan 03 Grogol dan SMP 115
Tebet ) yang berbeda dengan ratusan siswa / siswi dan orang tua serta
guru2 dalam 3 hari!
Lihat tulisanku ‘Parenting Control’ Bukan untuk Mengawasi Suami, Ya!
Jumat tanggal 20 Desember 2013 kemarin,
IDKITA Kompasiana ( Valentino dan aku ) bersama 2 orang remaja Duta
INSAN ( Alicia - Duta Indan 2013 dengan Michelle - Finalis Duta Insan
2013, lihat tulisanku Taraaaaa …..Terpilihlah Sudah ‘Duta Insan Nasional 2013′ ),
men-sosialisasikan tentang internet Sehat dan Aman di SMP 115.
Tujuannya adalah untuk sosialisasi dan workshop kepada orang tua ( bukan
siswa / siswinya ) dan memperkenalkan tentang ‘Parenting Control’ (
untuk dipasang di gadget anak2 dan remaja di Blackberry, iPhone, iPad,
Symbian, Nokia dan Windows Essential ) serta ‘Family Guard’ khusus untuk
Android dari Indosat.
Sebelumnya, hari Kamis tanggal 19
Desember 2013, IDKITA dengan Michelle Finalis Duta Insan 2013, juga
sudah datang ke SMP 115, untuk sosialisasi di depa orang tua dan guru2
kelas 7 Dan mereka antusias untuk belajar lebih dalam lagi tentang
pemasangan ‘Parentig Control’ atau ‘Family Guard’, sampi mereka
menginginkan kami datang lagi untuk khusus mengajari mereka dalam
workshop seharian, di tahun depan.
Dari kasus kelas 7 ini, kami juga
endapat sambutan yang cukup antusias ketika kami men-sosialisasikan di
kelas 8 dan kelas 9 di SMP 115 juga, pada Jumat-nya. Full day, dari
mulai jam 8.00 sampai sebelum Sholat Jumat untuk kelas 9, dan
dilanjutkan dari jam 14.30 sampai selesai.


Pembukaan sosialisasi di kelas 7 (
Hari Kamis 19 Desember ) dan Valentino dengan gaya khasnya berjalan2
diantara orang tua untuk ‘menyihir’ mereka tentang kekuatan bahaya dunia
maya bagi anak2 mereka, untuk kemudia mereka lebih bisa ‘mengontrol’
kegiatan anak2 mereka di dunia maya …..
Konsep kami dalam sosialisasi adalah
Valentino mengawali bicara tentang dunia maya dan teknologi, yang lebih
detail tentang bahaya2nya untuk remaja. Sampai para orang tua dan guru2
terkesima dengan fakta2 yang ada, Valentino mulai ‘menurunkan’ intonasi
bicaranya untuk memperkenalkan beberapa solusi bagi mereka ( anak2 dan
remaja serta orang tua dan guru2 ).
Yang pertama
adalah membimbing anak2 dan remaja untuk melakukan kegiatan2 positif
termasuk juga di dunia teknologi ( jika mereka memang berminat ), salah
satunya adalah mengikuti kompetisi Duta Internet Sehat dan Aman, seperti
contoh 2 siswa SMP ( Alicia dan Michelle ) sebagai Duta Insan. Dan
setelah itu, Valentino mempersilahkan Alicia dan Michelle memperkenalkan
dirinya masing2 serta bercerita tentang kegiatan mereka sebagai Duta
Indan 2013.


Michelle dan Alicia bergantian berbicara tentang kegiatan mereka sebagai Dutan Insan 2013 ( Hari Jumat 20 Desember ) …..
Dan walau mereka masih muda usia ( masih
SMP ), ternyata kelihaian mereka dalam berbicara sudah mulai bersinar.
Walau sangat wajar jika mereka masih malu2 dan kadang2 bingung, tetapi
mereka cepat untuk belajar, yang membuat orang tua dan guru2 itu
terlihat percaya bahwa kegiatan anak2 dan remaja di Jakarta ini masih
ada yang peduli dan tidak melakukan ‘yang aneh2′ di dunia maya.


Sosialisasi di kelas 8, diantara orang tua dan guru2 SMP 115 Tebet
Yang kedua
adalah menampilkan aku sebagai motivator dalam berkegiatan di dunia
maya. Bahwa teknologi internet adalah memang mada depan dunia, khususnya
anak2 dan remaja. Teknologi nantinya merupakan titik sentral kehidupan
manusia, bahwa dunia hanya ada di 1 genggaman tangan kita saja.Tinggal
memencet 1 jari saja, dunia akan berubah!
Seperti biasa, berbicara tentang
pemanfaatan internet dengan sangat baik. Dalam menulis swbagai blogger
di Kompasiana. Dalam berkomunitas di beberapa grup Facebook sampai
kopdar secara positif, bahkan dalam memposting hobi2ku filateli dan
kegiatan2ku ( yang bergerak ) di yotube, adalah beberapa cara
pemanfaatan teknologi internet yang positif. Dan akhirnya aku selalu
mengajak upaya orang tua dan guru2 belajar menulis untuk pemanfaatannya
serta berinteraksi di komunitas kami.
Dan yang ketiga,
walau bukan yang ter’kecil’, Valentino akan menutup sosialiasi ini
untuk mengajak orang tua dan guru yang berminat untuk memasang ‘Parenting Control’ atau ‘Family Guard’ di
gadget anak2 dan remaja mereka, atau setidaknya, orang tua dan guru
bisa belajar untuk memantau anak dan remajanya dalam berinteraksi di
dunia maya. Mereka sangat antusias, dan bersama dengan orang tua dan
guru kelas 7, untuk kelas 8 dan kelas 9 pun sangat berminat untuk
belajar bersama …..

***
Kegiatan IDKITA pada akhir tahun 2013
ini, memang cukup pada. Di tahun ini, puluhan kegiatan sudah kami
lakukan termasuk di luar kota di Purwokerto dan Yogyakarta bersama
Kominfo serta diundang untuk mengikuti APEC for Women 2013 di Bali
kemarin ( yang di kota2 lain tetap berjalan denan baik bersama relawan2
IDKITA di masing2 kota ) , menyusul kesuksesan IDKITA di tahun 2012 yang
lalu, dimana pada event Hari ibu 2012 IDKITA berkolaborasi dengan Kemen
Kominfo serta Kemen Perdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,
menyelenggarakan Seminar Nasional “Ibu di Era Digital” dengan
mwnghadirkan semua istri2 Gubernur ( Ketua PKK ) dari 34 Provinsi di
Indonesia ( lihat di link2 di bawah ini ).
Dan tahun yang akan datang 2014, dengan
apa yang Tuhan inginkan, aku yakun IDKITA akan terus melebarkan sayap
dalam pelayanan bagi ‘pemberdayaan perempuan serta perlindungan anak dan
remaja di bidang teknologi ( ICT ) untuk Indonesia’ ……
Sampai bertemu IDKITA di tahun 2014, salam IDKITA, Tuhan berkati ……
Link tentang kegiatan IDKita Kompasiana
‘Parenting Control’ Bukan untuk Mengawasi Suami, Ya!
Banggaku kepada ‘Michelle dan Nathasya’: Mereka Menyimakmu…
Penandatanganan MOU antara IDKITA dengan Kowani untuk Pelayanan Anak-anak dan Remaja
‘Duta Insan’ 2013 : Remaja [IDKITA] Calon Kebanggaan Bangsa
Pekerjaan Besar Tuhan Menanti : Bersama IDKITA dan Kowani Melayani Sesama …..
Kita Tidak Akan Pernah Berhenti: Sebuah Komitmen dengan Tuhan …..
Test Online Calon ‘Duta Internet Sehat dan Aman’ 2013
Apresiasi Ibu Dewi Motik [Ketum Kowani] kepada IDKITA Kompasiana dan Rencana MOU
‘Bapak Gatot M.Suwondo CEO BNI 46′ : Siap Mendukung Program-Program IDKITA Kompasiana!
“Keep in Touch, Sista …..”
Aku Tidak Tahu, Kemana Tuhan Akan Membawa Kita …..
Bermula Hanya Menulis di Kompasiana, Berkarya lalu Meluaskan Jaringan di Dunia Internasional
Memanfaatan Peluang Perempuan Indonesia di APEC Women 2013 di Bali
IDKITA Kompasiana Terus ‘Bersinar’ di APEC Women 2013 di Bali
‘Opening Ceremony’ APEC Women 2013 di Bali, 6 September 2013
APEC Women 2013? IDKita Kompasiana Diundang ke APEC di Bali? Wah …..
Griya Yatim dan Dhuafa Menjalin Kerjasama Dengan IDKITA Membangun ‘100 Desa Internet’ di
seluruh Indonesia
Bukan Sekedar ‘Kampung’ Biasa, apalagi Bersama IDKita dengan Griya Yatim dan Dhuafa
Akun Soraya Haque itu Palsu!
Tetapi Akun Soraya Haque di Kompasiana, itu Asli Lho …..
[ IDKita Kompasiana ] Cerita di Kampus Atmajaya dan Kampus Gajah Mada
[ IDKita Kompasiana ] Mengajak STIE YKPN Yogyakarta untuk Berbagi Demi Bangsa
[ IDKita Kompasiana ] Berbagi dengan Remaja SMA Bopkri-1 Yogyakarta
Kita Akan Mengguncang Yogyakarta! Be There!!!
‘IDKita Kompasiana’ di Mataku : Refleksi 1 Tahun
Papua, IDKita Kompasiana is Coming …..
IDKita Kompasiana dan Kementerian Kominfo Akan Datang ke Tempat Anda …
Dunia Maya pun Juga Ada di ‘Hp Jadul’…
Indonesia Akan Mendengar Mereka
‘Gerakan Guru Menulis’ di Kompasiana
Kreatifitas Menulis Siswi SMP di Baturaden
Buruh Petani pun Harus Bisa Internet! Sasaran Orang Tua Siswa SMPN 1 Sumbang - Purwokerto
Pengembangan Internet Sehat dan Aman di SMPN 1 Baturaden, Purwokerto
Selamat Datang di Purwokerto, Salam dari IDKita Kompasiana …..
Mereka Berselancar di Dunia Maya di Warnet, Sementara Orang Tua Mereka adalah Buruh Tani …..
Dialog Bersama Remaja SMP Penabur Kota Jababeka
Talk Show Kompas TV di Hari Ibu 2012 : Ibu Jaman Sekarang Harus ‘Melek’ Teknologi …..
IDKita Remaja Sudah Membuktikannya di Seminar “Peranan Ibu di Era Digital” …..
“Aduuuuhhhh, Aku Stresssssss …..” : Kesibukan Menjelang Hari ‘H’
“Bukan Ortu Gaptek” : Buku Pertama IDKita Kompasiana
Radio DFM 103.4 FM menggandeng IDKita Kompasiana
Ternyata Mereka Hanya Ingin Pengertian dan Keterbukaan
IDKita Kompasiana dan 2 Kementerian : Persiapan Seminar Hari Ibu Nasional 2012
Kompasianival 2012: Remaja-Remaja IDKita yang Luar Biasa!
Seminar ‘Game Online’ - Kominfo : Ketika Kreatifitas Anak dan Remaja Berseberangan dengan
Dampak Negatifnya
‘Parenting Control’ : Workshop Perdana IDKita Kompasiana
IDKita Kompasiana Akan Berkolaborasi dengan 2 Kementerian dalam Hari Ibu 2012
Mbah Google versus ‘Mading’
Sudah Berapa Jauhkah IDKita Kompasiana Berkembang?
Kolaborasi IDKita Kompasiana dengan Kominfo dalam Membina Generasi Muda di SMK Kesdam
Jaya
‘The Next Action’ dengan ibu Mariam F.Barata, Direktur Pemberdayaan Telematika Kominfo
Berdialog dengan ‘Ibu Linda Amalia Sari Gumelar’, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak RI
Ketika Orang Tua Baru Mengerti, Bahwa Anak-Anak Mereka Berada ‘Jauh’ di Depan Mereka …..
Remaja Tidak Menyadari Bahwa Bahaya ‘Mengancam’ Mereka !
Respon Antusias Orang Tua tentang ‘Internet Sehat’ di GKJ Eben Haezer
Diskusi dengan Dirjen Telematika Kominfo, Bapak Ashwin Sasongko
ID Kita Kompasiana - Kominfo : Diskusi Program ‘Internet Sehat’
ID Kita Kompasiana: Membangun ‘Mimpi’
ID Kita Kompasiana - MOU: Tanggung Jawab Kami untuk Generasi Muda Indonesia
ID Kita Kompasiana : Bermula dari ‘Keluarga Cengengesan’ …..


Rabu, 18 Desember 2013
Rabu, 18 Desember 2013
- 0 Comments
By Christie Damayanti

Ya …..kata2 itu yang diucapkan
Valentino, ketika IDKITA melakukan dialog dengan orang tua murid SDN 03
Pagi Grogol Jakarta Barat pagi ini. Mereka meang baru mengetahui tentang
sebuh aplikasi yag bisa dipasang pada smartphone anak2 mereka untuk
mengawasinya dalam pemanfaatan TIK. Dan orang tua siswa SD tersebut,
ternyata sangat antusias untuk memahami hal ini.
Dalam rangka Hari Ibu 2013 ini, IDKITA
menggelar event ‘road show’ Sosialisasi dan Workshop tentang Internet
Sehat dan Aman, untuk paraorang tua dan guru2 di beberapa sekolah, SD
dan SMP. Acara ini dimulai tanggal 18, 19 dan 20 Desember 2013, IDKITA
berkolaborasi dengan Kowani dan didukung oleh Indosat. Dan hari ini,
kami memulainya, di SDN 2 Pagi di Grogol.
Kegiatan di mulai jam 9 Ppagi. Letak
sekolah di dalam gang, bersebelahan dengan ( berdempetan ) dengan
sekolah SDN 2 Pagi Grogol. Peserta adalah anak-anak kelas 5 dan 6.
Ternyata dalam pembahasan turut bergabung juga siswa/siswi dari SDN 2
Pagi Grogol ( dalam foto yang berpakaian batik merah dan rok/celana
merah ).
Orang tua itu terlihat dengan apa
adanya. Sekolah itu merupakan sekolah SD Negeri dengan kehidupan yang
sederhana. Dengan menggelar tikar dan apa adanya, orang tua siswa
membaur dengan siswa pada sesi Pertama ( yaitu tentang bahan sosialisasi
untuk anak ), berlangsung selama 1,5 Jam. Valentino memaparkan beberapa
hal penting mengenai proteksi diri dari pemanfaatan smartphone atau
internet.

Kepala Sekolah untuk mengarahkan siswa2
Suasana akrab mulai terasa, dan inilah
yang kami inginkan. ‘Masuk’ ke dalam ‘akar rumput’ untuk meggali
kenyataan2 yang ada, yang berhubungan dengan kehidupan anak2 dan remaja
dalam teknologi ( internet ). Dan justru dengan ‘masuk’ langsung dari
bawah inilah, yang bisa memunculkan kenyataan2 baru yang mungkin kita
tidak pernah tahu jika kita tidak melihat atau mengalaminya …..
Namanya saja lingkungan yang sederhana,
mereka tidak semuanya / siswa memiliki smartphone, walau terlihat ada
siswa yang membawa Blackberry, tablet dan jenis smartphone android lain
selama pemaparan materi.
Secara garis besar Valentino memaparkan
bahaya penyalahgunaan dan sekaligus memberikan mereka inspirasi untuk
memanfaatkan smartphone / internet untuk meningkatkan keahlian mereka,
misalnya bernyanyi, bermain musik disamping menggali pengetahuan
sebanyak-banyaknya. Tetapi karena ini adalah siswa SD, Valentino memesan
agar anak perlu di dampingi oleh orang tua.
Anak-anak terlihat serius ketika
Valentino memutarkan salah satu video sosialisasi internet sehat yang
diproduksi Kominfo yang isinya tentang bahaya berkenalan dan KOPDAR
dengan orang yang tidak di kenal di dunia maya. Setelah itu Valentino
juga menyuguhkan jenis-jenis games yang disukai oleh anak-anak saat ini,
dan melihat jenis games yang diperlihatkan, para siswa menjadi
antusiasi megacungkan jarinya menandakan bahwa mereka menyenangi
game-game tersebut.
Mereka tidak sadar bahwa jenis games yang kami suguhkan diselipkan beberapa game yang tidak sepantasnya di mainkan oleh mereka.
Dan hal ini justru menjadi catatan tersendiri oleh Valentino, untuk
menangkap sampai dimana para siswa memanfaatkan internet …..


IDKITA selalu menayangkan beberapa
video sosialisasi dengan beberapa games yang disukai anak2, supaya
mereka tidak bosan. Dan siswa2 yang antusias untuk bertanya …..
Cukup singkat memang, dan kejenuhan
mulai terasa sehingga memang waktu dibatasi hanya hingga 1,5 jam yang
ditutup dengan tanya jawab. Salah satu pertanyaan yang diajukan oleh
salah satu siswi kelas 6 adalah bagaimana menghapus foto2nya yang sudah
terlanjur ia sebarkan melalui akun Facebook dan Twitter. Pertanyaanya
itupun dijawab oleh Valentino, walau tidak ada foto yang terbuka, atau
melanggar kesusilaan, namun sudah saatnya memilah-milah mana yang foto
yang sangat pribadi dan mana yang pantas untuk umum.

Siswi kelas SD yang berani bertanya,
tentang keinginannya untuk menghapus foto2 yang terlanjur disebarkan
lewat Facebook dan Twitter
Pada kenyataannya, memang anak SD saja
sudah menggunakan akun jejaring sosial ( Facebook atau Twitter ) secara
bebas, walau semestinya usia mereka belum cukup untuk itu. Dengan
begitu, satu kesimpulan awal bahwa perlunya peran orang tua dalam hal
pengawasan.
Sesi pertama tentang sosialisai berlalu,
dan sesi ke dua bersama orang tua dimulai. Valentino lebih terbuka lagi
memberitahukan persoalan-persoalan yang terjadi pada anak dan remaja di
Indonesia saat ini. Banyak modus yang dilakukan oleh para pedofil atau
on line sexual predators dalam menjerat anak-anak, khususnya bahaya
sexting yang memang sangat sulit diintervensi oleh pemerintah dalam hal
pengawasan konten.


Sesi kedua untuk orang tua siswa SD
Sebagian besar orang tua, baru memahami
apa yang diberitahu oleh Valentino, dan baru menyadari bahwa
penyalahgunaan TIK tidak hanya terjadi pada anak dan remaja, namun orang
dewasa pun melakukan hal tersebut.
Untuk menjawab semua itu, Valentino memberikan beberapa solusi.
1. Yang pertama, bila anak
mengalami masalah dalam penyalahgunaan internet dan smartphone, yang
pertama pasti disalahkan atau bertanggung jawab adalah orang tua, ini
harus diterima sebagai sebuah konsekuensi logis.
Oleh karena itu, “Mom’s Rules” harus diterapkan di dalam keluarga.
Seorang ibu harus dapat bersikap tegas dalam membatasi anak
memanfaatkan internet/smartphone, karena siswa-siswa ini masih tergolong
sangat dibawah umur, masih sekolah dasar.
2. Solusi kedua, yaitu memasang aplikasi ‘parenting control’, yang tentunya adalah menjadi hal baru bagi mereka, yang sebagian besar mengaku sangat gaptek.
Pada akhir sesi ini, kami mempersilahkan
apabila ingin melaksanakan workshop tentang parenting control, hanya
saja permintaan ini harus datang dari orang tua, jangan menjadi
keterpaksaan sekolah. Oleh karenanya bagi orang tua yang tertarik, dapat
mendaftarkan diri ke kepala sekolah, hingga jumlah tertentu ( batas
minimal dan maksimal yang ditentukan IDKITA ), setelah itu kepala
sekolah dapat menghubungi kami kembali dalam melaksanakan kegiatan ini.
Jadi, siapa yang mengatakan IDKITA
vakum? Justru kami berusaha menggali ide2 baru untuk tetap menggerakkan
kegiatan bersama dengan beberapa instansi, demi merangul anak2 dan
remaja dalam dunia maya, secara cepat dan tetap berguna bagi banyak
orang. Dan hari ini merupakan awal dari antusiasme tim IDKITA untuk
terus melayani, menyambut Hari Ibu 2013 …..
Salam IDKITA Kompasiana …..
Sumber : Valentino

Rabu, 20 November 2013
Rabu, 20 November 2013
- 0 Comments
By Christie Damayanti

IDKITA Kompasiana dengan Kowani ( dengan Ibu Dewi Motik ), sosialisasi Internet Sehat dan Aman
Sebelumnya :
Kowani tidak main2 dengan rencana2nya.
Setelah MOU antara Kowani dan IDKITA tanggal 7 November 2013 yang lalu,
yang ditanda tangani antara Ibu Dewi Motik dengan Valentino, pada hari
Selasa tanggal 19 November 2013 kemarin, IDKITA memulai sosialisasinya
yang pertama dan yang perdana di depan ibu2 Kosgoro dan remaja2 dari
sekolah Kosgoro.
Konsep kami yang pertama ini, untuk
memperkenalkan tim IDKITA serta pengenalan tentang dunia teknologi
internet. Komandan IDKITA Valentino, aku dengan mba Chia, datang bersama
2 orang finalis Duta Insan 2013 ( Michelle dan Nathasya ) serta Dokter
dan Psikolog Inneke dan Bu Diana dari Indosat. Dan sebagai nara sumber
adalah Valentino, aku, bu Diana serta Michelle dan Tasya. Tim ini akan
terus ‘bergerak’. Bukan mereka saja yang berbicara di lain kesempatan,
tetapi akan ada yang lainnya. Mungkin dengan instansi2 perbankan,
dokter2, atau yang lain, tergantung tema-nya.

Semua nara sumber : Bu Diana ( Indosat ), aku, Nathasya, Michelle dan Valentino


Gaya Valentino yang berapi2 mengajak
remaja dalam berdisusi, bukan hanya ‘1 arah’ saja, yang membuat mereka
tertarik dan serius memperhatikannya …..
Selasa tanggal 19 November 2013 kemarin,
kami berbicara did Kantor Pusat Kowai jalan Imam Bonjol, di depan ibu2
Kosgoro dengan remaja2 SMA Kosgoro dengan audience sekita 200 orang
lebih, dan dari awal sampai akhir sekitar 2,5 jam mereka menyimak dan
serius, bahkan aku melihat dari panggung bahwa mereka sampai terkagum2
melihat penampilan Valentino serta Michelle dan Nathasya …..


Gaya Bu Diana ( Indosat ) dan aku dalam memberikan materi …..



Bahkan sampai ujung belakang pun, mereka menyimak dengan serius …..
Yang menarik adalah, ada 2 orang remaja yang luar biasa! Mengapa aku katakan ‘luar biasa?’ Ya! Mereka benar2 luar biasa!
Michelle dan Nathasya
Nathasya JE Silaen ( atau Tasya ) memang
sudah cukup dewasa. Seorang remaja putri yang luar biasa! Dengan
prestasinya yang setumpuk, dia sudah sering berbicara di banyak forum.
Menguasai 5 bahasa asing dan banyak bahasa daerah, Tasya benar2 membuat
banyak orang kagum, termasuk kami. Dan dia sangat peduli dengan
teman2nya sesama remaja, bukan hanya tentang teknologi saja, melainkan
tentang perlindungan anak-remaja, juga tentang kegiatan dan kreatifitas
mereka.
Dan Tasya sudah kelas 3 SMA. Sebenar lagi akan memasuki ‘dunia
dewasa’ dalam perkuliahannya, diharapkan remaja2 seperti inilah yang
akan mengambil tampak pemerintahan Indonesia, dimasa datang.

Tasya menjawab pertanyaan teman2 barunya di sesi tanya jawab
Clarensia Michelle
adalah pra-remaja yang baru maduk di dunia remaja. Kelas 3 SMP. Masih
kecil. Tetapi sudah juga menuju remaja. Bukan karena Michelle adalah
anakku, tetapi kebisaan dan prestasinya yang juga membuat banyak orang
dilingkungannya mulai sadar bahwa dia juga merupakan tumpuan harapan
bangsa.
Prestasi sekolahnya yang sangat bagus serta kegiatan2nya yang
menyenangkan. Walau dia belum pernah bicara di depan banyak orang di
sebuah forum formal di Kowani, ternyata dia mampu menguasai dirinya,
bersama dan berkolaborasi dengan Tasya. Sebuah prestasi yang benar2
membanggakan!

Michelle ‘melempar umpan’ kepada teman2 barunya di sesi materi
Kegiatan IDKITA selalu bertumbuh dan
berkembang, sejak terbentuknya di awal Mei 2012 lalu. Dan semakin
bersinar ketika semakin banyaknya instansi yang menginginkan kerjasama
dan kolaborasi dengan kami, terutama Kowani ini. Apalagi dengan
bergabungnya remaja2 IDKITA yang ingin ‘berbicara’ dengan remaja2
seumurannya untuk melakukan hal2 posirif dengan internet.
Aku tidak akan banyak bercerita tentang
IDKITA nya, tetapi lebih fokus tentang apa yang dilakukan dengan
kolaborasi antara Michelle dan Nathasya.
Nara sumber terakhir : the last but not least
Begitu moderator Valentino menyilahkan 2
remaja tersebut bicara bersama. Secara serempak mereka bangkit dari
tempat duduk kami di panggung, dan berdua mengambil masing2 mike, dan
berjalan ke tengah2 mimbar. Mau apa mereka?


Gaya remaja : Michelle dan Nathasya,
berbicara dan berdiskusi dengan teman2 barunya di sesi materi. Seperti
orang dewasadan sangat luar biasa …..
Ternyata sangat surprise, ketika Tasya
mengawali pembukaannya seperti MC, berambung2 dengan Michelle. Tasya
sangat terlihat menguasai panggung dan audience dan melempar joke2 khas
remaja kepada mereka dan memancing Michelle dengan tanya jawab tentang
materi yang mereka bawakan.
Materi2 sederhana tetapi maknanya cukup
dalam sebagai remaja. Yaitu tentang kegiatan berinternet
dalam keremajaan mereka, serta bagaimana mereka yang memang masih sangat
muda, untuk melakukan proteksi dalam dunia maya, bagi diri mereka
sendiri!


Mereka selalu berani bertanya, sebelum menjawab pertanyaan2 kepadaku atau kepada Valentino
Cukup takjub dengan materi yang mereka
bawakan! Ternyata mereka dengan tidak seperti ‘menggurui’ teman2nya,
tetapi aku meluhat dengan jelas audience terfokus dengan kedua remaja
itu, dan mendengarkan dengan seksama! Sepertinya tidak serius, tetapi
keseriusan bukan hanya dengan wajah2 serius. Tetapi mereka menjadikan
’serius’ sebagai ’sesuatu’ yang dibuat santai tetapi menohok di hati!
Serius tetapi santai. Itu konsep yang mereka lakukan …..
“Pantesan, sebelum acara dimulai,
mereka ‘menghilang’ ketika aku menccari Michelle untuk membantuku.
Ternyata mereka mempersiapkan materi dengan cepat ( Tasya baru datang
sekitar 15 menit sebelum acara dimulai ), dan hasilnya adalah luar
biasa! Dan materi mereka bukan materi dari IDKITA, melainkan materi
yang dibuat sendiri dengan tema yang sama …..”
Waktunya tidak lama, mungkin hanya
sekitar 15 atau 20 menit penyajian materi dan sekitar 10 menit bertanya
jawab. Ada 1 pertanyaan oleh seorang ibu Kowani dan dijawab dengan
jawaban khas remaja. Aku terus mengikuti dan menikmati kolaborasi
Michelle dengan Natasya, sambil terus tersenym bahkan tertawa, mencuri2
lirikan dengan Valentino sambil mengacungkan jempol kepada mereka dan
mengangguk2 puas …..
Respon dari audience
IDKITA selalu mendapat sambutan dan
respon yang baik dari audience setelah selesai acara. Mereka pasti
menanyakan banyak hal jika waktu bertanya jawab dirasakan kurang. Bahkan
mereka menanyakan alamat2 kami, nomor telpon dan sebagainya, dan kami
selalu jawab dengan senang hati.
Tetapi sambutan audience kepada Michelle dan Tasya ternyata sangat besar. Respon yang luar biasa! Remaja2 itu mengerumuni Michelle dan Tasya dan meminta untuk berfoto bersama. Bahkan mereka meminta Michelle dan Tasya untuk berbicara di sekolah mereka …..
Makan siang untuk remaja2 itu, merupakan
acara yang ditunggu. Sambil makan siang, Michelle dan Tasya berdiskusi
bersama dengan sekelompok remaja yang memang dari tadi terus serius
mendengarkan kolaborasi mereka. Aku tidak tahu apa yang mereka
perbincangkan, tetapi aku sangat percaya bahwa mereka akan mendapatkan
pertemanan dan kelompok diskusi yang mengasikan, secara mereka sudah
saling bertukar pin BB atau nomor telpon.


Mereka berdiskusi dengan gaya khas mereka, remaja harapan bangsa, sambil makan siang …..
Belum pernah aku sebangga ini dengan
penampilan IDKITA. Kolaborasi antara Michelle dan Nathasya akan menambah
kebanggaan bagi kita semua.
Bahwa jika kita memberikan
kesempatan bagi remaja, mereka ternyata tidak kalah dengan orang2 dewasa
: baik kedewasaannya sendiri sebagai remaja, bahkan lebih lagi dengan
dipercanyakannya untuk bisa ‘masuk’ ketengah2 masyarakat sebagai motor
penggerak dan ( untuk kasus ini ) sebagai Duta Internet Sehat dan Aman
bagi Indonesia yang lebih baik dimasa depan.


Bu Dewi Motik berfoto bersama remaja2 kita, dan gaya khas ciptaan Nathasya untuk mendukung ‘Internet Sehat dan Aman’ …..
Michelle dan Nathasya, kami bangga dengan kalian dan teruslah belajar. Masa depan Indonesia di tangan kalian …..
Dan Kementrian Kominfo tidak salah memilih mereka sebagai ‘duta’…..


Jumat, 08 November 2013
Jumat, 08 November 2013
- 0 Comments
By Christie Damayanti

Penandatanganan MOU antara IDKITA ( Valentino, Koordinator, Komandan ) dengan Kowani ( Ibu Dewi Motik, ketua Umum )
Sebelumnya :
Siapa yang bilang bahwa IDKITA ‘melempem’ dalam kegiatan2nya? Ah, itu hanya perasaanmu saja ;) hihihi …..
Justru setelah IDKITA diundang oleh Ibu
Linda Gumelar sebagai delegasi Indonesia dalam APEC for Women 2013
tanggal 6 sampai 8 September 2013 lalu : lihat parade tulisanku tentang
ini Bermula Hana Menulis di Kompasiana, Berkarya lalu Meluaskan Jaringan di Dunia Internasional, Aku Tidak Tahu Kemana Tuhan Mau Membawa Kita, “Keep in Touch, Sista” serta Memanfaatkan Peluang Perempuan Indonesia di APEC Women 2013 di Bali.
IDKITA banyak membuka kerjasama dengan berbagai institusi.
Beberapa
komunitas dan pimpinan lembaga meminta IDKITA untuk bekerjasama dalam
forum pemberdayaan perempuan dalam mensejahterakan keluarga, khususnya
anak2 dan remaja dalam bidang teknologi ( internet ). Diantaranya
beberapa provider telpon seluler lewat program2 baru mereka dan Direktur
BNI Bapak Gatot M. Suwondo ( lihat tulisanku Bapak Gatot M.Suwondo CEO BNI 46 : Siap Mendukung Program-program IDKITA Kompasiana ).
Bahkan bu Dewi Motik selaku ketua umum
Kowani yang membawahi sekitar 15.000 organisasi wanita di seluruh
Indonesia, meminta kami untuk SEGERA melakukan MOU! Apalagi ketika bu
Dewi Motik melihat sendiri, betapa suksesnya even pemilihan dan
penganugerahan Duta Insan ( Internet Sehat dan Aman ) Nasional 2013 awal
minggu ini ( lihat tulisanku Taraaaaaa ….. Terpilihlah Sudah ‘Duta Insan’ Nasional 2013 )
dengan Kementerian Kominfo yang salah satunya IDKITA bertugas sebagai
tim online yang menjaring, seleksi, membina sampai 20 finalis dari 1200
pendaftar.
Valentino sebagai perwakilan IDKITA Kompasiana di dalam
kepanitian namun di backup oleh beberapa relawan IDKITA lainnya untuk
melaksanakan tugas mengelola situs blog DUTA INSAN, dimana banyak
tulisan remaja di publish di sana.
Setelah selesai semua, kemarin Kamis
tanggal 7 November 2013, Puji Tuhan sudah terlaksana penanda-tanganan
persetujuan dalam MOU selama 2 tahun. Dimana IDKITA diberi ‘mandat’
untuk mensosialisasikan ‘Internet Sehat dan Aman’ di depan forum wanita
seluruh Indonesia, yang tergabung di dalam Kowani. IDKITA akan berbicara
di depan mereka minimal setiap 2 minggu sekali selama 2 tahun ( boleh
saja setiap minggu dan Kowani akan memfasilitasi tempat dan undangan di
Kantor Pusat Kowani di Jalan Imam Bonjol, Menteng ), dengan aturan2 yang
sudah dituangkan pada MOU tersebut. Jika memang kurang waktu dan ingin
terus bekerja sama, MOU itu bisa terus diperpanjang.

Suatu prestasi yang sangat membanggakan,
ketika komunitas kami mampu ‘menembus’ dunia internasional dalam APEC
Women 2013 dan bekerjasama dengan Kowani yang dibelakangnya ada sekitar
puluhan juta perempuan Indonesia yang tergabung dalam sekitar 15.000
organisasi wanita seluruh Indonesia! Puji Tuhan!


Ketika kami membentuk komunitas ini,
impian kami tidak muluk. Hanya ingin berkarya dalam teknologi. Lama
kelamaan, kami lebih memfokuskan diri untuk pelayanan anak2 dan remaja,
juga dalam teknologi. Berkembang, ketika kami mulai memperhatikan
masalah-maslaah yang terjadi di kalangan anak2 dan remaja masih dibawah
umur dalam pemanfaatan TIK (teknologi informasi dan komunikasi), dimana
penanggu-jawabnya adalah orang tua, khususnya ibu2 mereka. Sehingga,
kami masuk juga ke dalam Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak, selain dengan Kementrian Kominfo dan Kementrian
Pendidikan dan Kebudayaan.
IDKITA juga selalu berbicara di Radio
Edukasi Pustekkom 1440 AM dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,
setiap hari Selasa jam 10.00 sampai jam 12.00 dan setiap Kamis jam yang
sama untuk ‘Bedah Buku On-Air’. Bahkan segera, IDKITA akan lebih bekerja
sama dengan melibatkan anak2 dan remaja2 itu sendiri dalam sebuah
rangkaian kegiatan rutin yang pasti dapat dinikmati oleh semua orang di
seluruh Indonesia, SEGERA!
Kegiatan2 IDKITA semuanya bersifat
sosial. Semuanya bersifat pelayanan dalam Tuhan, sejak terbentuknya
sekitar awal tahun 2012 lalu ( hampir 2 tahun terbentuk ). Dalam
pelayanan ini, kami sama sekali tidak mencari uang, murni sosial.
Jika kami diundang untuk berbicara di semua komunitas, baik sekolah2,
komunitas keagamaan, pengajian, arisan, karang taruna atau apapun, jika
dalam Dejabotabek selama mobil kami bisa mengantar, semuanya tanpa
biaya. Jika ke luar kota, tentulah kami akan menggandeng rekanan atau
sponsor untuk biaya2 tersebut ( bari transportasi dan akomodasi ), dan
tetap saja kami dalam pelayanan dalam Tuhan tanpa keinginan kami untuk
sebuah nama atau keuntungan materi semata.
Satu2nya
keuntungan kami adalah, mendapatkan berkat Tuhan yang luar biasa ketika
kami bisa mendapatkan pertemanan dan persahabatan dalam menuju masa
depan yang lebih baik.
Yang jelas, IDKITA sama sekali tidak
pernah ‘omdo’, alias ‘omong doang’. Dalam doa dan dukungan sukarelawan
serta lingkungan, IDKITA terus melaju demi mencapai masa depan Indonesia
lebih baik. Dan semua yang kami lakukan adalah demi Kemuliaan Nama
Tuhan ……
Kembali soal penandatanganan MOU antara
IDKITA dengan Kowani, keinginan kami sangat jelas adalah pemberdayaan
kaum perempuan untuk membentuk keluarga khususnya anak2 dan remaja demi
masa depan mereka. Dan sosialisasi perdana adalah tanggal 19 November
2013 di Kantor Pusat Kowani di jalan Imam Bonjol, dengan peserta ibu2
dari Kosgoro. Dan akan kami perkenalkan beberapa finalis Duta Insan
Remaja 2013, yang baru dianugerahkan tanggal 6 November 2013 kemarin,
untuk mulai melakukan tugas sebagai Duta Insan.
***
IDKITA akan tetap berkarya dalam pelayanan. Itu tidak akan berubah! Komitmen kami bukan dengan manusia, tetapi kami sudah berkomitmen dengan Tuhan.
Bahwa ketika Tuhan memberikan berkat2 yang luar biasa kepada kami,
khususnya aku sebagai insan pasca stroke ( yang disabled ), kami
berkomitmen untuk ‘membalas’ berkat Tuhan itu lewat pelayanan kami,
salah satunya lewat IDKITA. Jadi, ketika ada yang mencibir kami, atau
pernyataan2 dan artikel2 kami tidak dibaca pun, kami tidak peduli.
Yang
jelas, IDKITA akan terus - terus dan terus berkarya dan melayani demi
anak2 dan remaja Indonesia …..
Tunggu aksi dan reportase2 tentang IDKITA selanjutnya!
Salam IDKITA Kompasiana …..


Kamis, 07 November 2013
Kamis, 07 November 2013
- 0 Comments
By Christie Damayanti


Dokumentasi IDKITA
Hariono dan Alicia - Duta Insan 2013
Siapa bilang remaja sekarang
‘mengkhawatirkan’ dan masa depan mereka tidak baik? Siapa yang bilang
remaja hanya seenaknya saja dan tidak peduli lingkungan? Siapa bilang
remaja Jakarta jaman sekarang hanya sibuk dengan dirinya sendiri tanpa
peduli dengan masa depannya?
Mungkin memang ada yang seperti itu, tetapi
yang aku tahu bahwa mereka adalah remaja2 yang bertanggung jawab dan
mempunyai masa depan yang cemerlang! Dari beberapa tahun lalu, ketika
aku mulai untuk ‘mengenal’ mereka lebih baik, lewat beberapa
pelayananku, ternyata aku menemukan remaja Indonesia merupakan remaja2
yang tahu tanggung jawab dan peduli dengan lingkungannya.
***
Ketika aku terjun dalam pelayanan bagi
anak2 dan remaja Indonesia, Tuhan menuntunku untuk merangkul mereka
mulai tahun 2011 lewat juri nasional lomba menulis surat remaja, 2 tahun
berturut. Bisa dilihat link2 berikut ini : Internet atau Menulis Surat?, Banggaku kepada Remaja Indonesia yang belum Terwadahi atau “Kemenangan adalah Proses, Bukan Kemenangan itu Sendiri”, kata Mereka dan sebagainya.
Dan mulai tahun 2012, aku masuk ke
lingkungan teknologi untuk membuat remaja tahu tentang hak2 dan
kewajibannya dalam dunia maya. Lihat tulisanku IDKITA Remaja Sudah Membuktikannya.
Dan kemarin, aku menemukan remaja2 yang
juga sangat membanggakan dalam pemilihan Duta Insan ( Internet Sehat dan
Aman ) Nasional 2013 yang diselenggarakan bersama IDKITA dengan
KemKominfo. Mulai dari sekitar bulan Juni 2013 menjaring remaja2 yang
ingin menjadi ‘terang’ bagi teman2nya, seleksi yang cukup rumit dan
ketat ( lihat tulisanku ‘Duta Insan’ 2013 : Remaja [IDKITA] Calon Kebanggaan Bangsa ) sampai
kemarin hari Rabu 6 November 2013, adalah penganugerahan 2 orang Duta
Insan ( putra dan putri ) dari 20 finalis yang sedianya akan di berikan
oleh bapak Tifatul Sembiring, Menteri Komunikasi dan Informatika, RI.
Sejak bulan Juni 2013 ini, tim IDKITA
merangkul remaja2 itu, diseleksi sampai terpilih 20 finalis. Bukan hanya
mengikuti kegiatan mereka saja atau hanya menjawab pertanyaan2 mereka
saja yang memang sangat ingin tahu, tetapi kami lebih memposisikan
sebagai teman, sahabat, atau orang tua mereka. ada yang memanggil kami
kak, komandan, tante, atau om. Tp ada juga yang memanggil aku sebagai
‘ibu’ dan ‘bunda’. Mereka mau dan bisa untuk curhat tanpa malu2 dan
kamipun menanggapinya.
Kami membuka group ‘Finalis Duta Insan 2013′
di Facebook serta meladeni pertanyaan2 mereka yang memang selalu ingin
tahun lewar group conference inbox Facebook. Dari pagi sampai pagi lagi,
jika libur atau weekend, mereka terus bertanya atau sharing tentang
apapun. Dan kami benar2 tersenyum ketika kami tahu bahwa mereka saling
mengisi satu dengan yang lain untuk saling mendukung. Dan jika ada
permasalahan yang satu, yang lain mencoba mencari solusinya.
Misalnya saja tentang Weka, salah satu
finalis termuda berumur 13 tahun dari Bali. Susah sekali meyakinkan
orang tuanya untuk Weka datang ke Jakarta mengikuti karantika bootcamp.
Sampai Weka hampir gagal ke Jakarta karena orang tuanya tetap tidak
mengiinkan. Teman2nya sangat mendukung dan terus berusaha agar Weka
tidak patah semangat! Kami selalu tersenyum sampai kadang2 bulu kudukku
meremang ketika mereka saling support sampai2 BB lu selalu berbunyi
nyaring karena berbalas2an untuk men-support Weka, even sampai tengah
malam!
Begitu juga permasalahan2 yang lain,
selama hampir 6 bulan ini. Kami sudah menjadi 1 keluarga ‘Duta Insan’
dan kami sudah menganggap mereka adalah anak2 kami sendiri. Walau kami
merupakan ‘keluarga dari dunia maya’ tetapi masing2 dari kami sudah
mengetahui identitas yang jelas lewat kegiatan2 kami di chatting,
Facebbok, Kompasiana bahkan ber-telpon jika memang dibutuhkan. Sebuah
keluarga yang bahagia walau bermula dalam dunia maya …..
Satu persatu seleksi dan pendekatan
kepada mereka menyadi nyata ketika Bootcamp di Cico Resort Bogor tanggal
3 - 5 November 2013 berjalan dengan sangat baik! Tim IDKITA tetap
mensupport lewat conference inbox karena hanya Valentino ( komandan
IDKITA ) yang bisa mendampingi mereka disana. Aku hanya bisa sampai
pembukaannya saja, karena melepas anakku yang juga menjadi Finalis Duta
Insan Nasional 2013. Tetapi Valentino yang selalu menjaga mereka,
merangkul mereka sampai membuat mereka tahu betapa berharga mereka
sebagai generasi muda Indonesia dengan masa depan yang cerah.

20 orang Finalis Duta Insan 2013 di Cico Resort Bogor


Pada hari pembukaan, mereka masih malu2
dan jaim. Satu persatu mereka datang di Cico Resort Bogor. Ada beberapa
yang diantar orang tuanya, termasuk Michelle anakku. Maklum, mereka
adalah remaja yang masih dibawah umur dan mereka masih menjadi tanggung
jawab orangtuanya, belum bisa bertanggung jawab sendiri. Tetapi ketika
pembukaan tiba sekitar jam 16.00, panitia Kominfo mulai ‘mencair’ kan
mereka, aku sempat melihat bahwa mereka mulai ceria dengan beberapa
permainan2 lucu.
Dan aku mulai tenang melepas Michelle yang manja dan
pemalu di tengah2 ‘dunia baru’ yang belum pernah dimasuki nya dan aku
pulang diatar Kominfo keesokan paginya ke Jakarta ……
***
Penganugerahan itu tiba. Hari Rabu tanggal 6 November 2013 di Flores
Ballroom Hotel Borobudur, Lapangan Banteng Jakarta. Hari itu adalah
‘hari mereka’ setelah sekitar 6 bulan digodok untuk menjadi Duta Insan
dan dididik dan dilatih di bootcamp di Bogor oleh orang2 yang terbaik di
bidang masing2.
Ada psikolog, ada yang mengajarkan tentang IT, ada yang
bertutur cara bersikap kepada publik, ada yang mengajar tata cara
bertutur kata dalam presentasi atau bagaimana cara menulis untuk salah
satu pemanfaatan teknologi internet, termasuk Valentino dalam membuat
quiz untuk memantau seberapa besar animo remaja2 tersebut dalam rencana
mengemban tugas sebagai Duta Internet Sehat dan Aman 2013.
Aku baru bertemu remaja2 itu, termasuk
Michelle, sejak hari Minggu tanggal 3 November lalu. Wajah mereka
berseri2, termasuk Michelle. Dalam 3 hari ini Valentino banyak bercerita
bahwa mereka sangat luar biasa! Bahwa kita patut bangga kepada mereka
karena mereka adalah remaja2 harapan bangsa! 3 hari ini, bulu kudukku
sering meremang ketika Valentino bercerita banyak hal, termasuk
bercerita tentang Michelle. Banggaku membuat hatiku selalu dilimpahkan
keinginan untuk terus berkarya untuk anak2 dan remaja Indonesia.


20 orang finalis Duta Insan 2013 dan Michelle mendapat penghargaan sebagai finalis …..
Mereka berlaga dalam sportifitas dan para jurilah yang menilai mereka. Untukku sendiri, untuk Tim IDKITA sendiri, mereka semua adalah PEMENANG!
Mereka mampu menyisihkan sekitar 1700 pendaftar dan tersaring dari
ratusan remaja menjadi 20 finalis. Dan mereka semua berasal dari
ke-Bhinneka Tunggal Ika Indonesia. Memang tidak dari 34 propinsi,
tetapi tetap bisa mewakili suku bangsa dan agama. Ada dari Sumatra,
Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan Bali. Sayang tidak ada dari Maluku,
Papua dan daerah2 disekitarnya.
Mereka berasal dari 4 agama yang ada di
Indonesia dan mereka tetap kompak dalam suasana ke-remaja-an mereka yang
khas dan tidak pernah memperlihatkan keinginan untuk menonjolkan diri.
Untuk kami, mereka sangat membanggakan!
Pengumuman pemenang selesai sudah. Duta Insan ada 2 orang. Yang putra adalah HARIONO siswa klas 3 SMA dari Sumatra dan yang putri adalah ALICIA siswi klas 3 SMP dari Jakarta. Dan yag lainnya juga sangat antusias untuk tetap saling mendukung! Puji Tuhan!
Penganugerahan diwakikan oleh Dirjen
Telematika Bapak Ashwin Sasongko karena pak Tifatul Sembiring
berhalangan. Tetapi beliau mengundang mereka jam 13.00 di kantornya
untuk bersilahturahmi bersama. Dan setelah itu, rombongan remaja diantar
ke Hotel Cempaka menunggu kepulangan besok pagi ke daerah masing2.
Malam itu, mereka acara bebas dan bersuka ria untuk menghabiskan saat2
terakhir di Jakarta …..

Michelle ditengah2 Menteri
komunikasi dan Informasi, Bp. Tifatul Sembiring dan Dirjen Telematika,
Bp. Ashwin Sasongko di Kantok Menteri Kominfo - Rabu, 7 November 2013
***
Remaja Indonesia! Sosok inspiratif yang akan memegang tampuk masa depan
Indonesia! Kita harus selalu mendukung mereka, dengan bimbingan sesuai
dengan kasih Tuhan dan keremajaan mereka. Dan ternyata, mereka sangat
membanggakan!
Adik2, anak2ku, tetaplah
semangat! Teruslah belajar, dan melakukan kegiatan yang sesuai dengan
umurmu dan selalu melakukan yang terbaik, ya! Kami doakan selalu, untuk
kalian menjadi berkat bagi semua orang, khususnya di keluarga kalian dan
lingkungan kalian …..
Selamat belajar, Tuhan Berkati!

Langganan:
Postingan (Atom)