Artikel Terakhir
Tampilkan postingan dengan label New Media. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label New Media. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Desember 2013

Alangkah ‘Aman’nya jika Orang Tua Dapat Mengontrol Anaknya di Dunia Maya …

Senin, 23 Desember 2013 - 0 Comments



By Christie Damayanti


13877762181800044629
IDKITA Kompasiana

Akhir tahun 2013, IDKITA Kompasiana disibukkan lagi denga event Hari Ibu. Awalnya, kami berencana membuat sebuah seminar dan talkshow yang akan menghadirkan beberapa Perempuan Hebat Indonesia. Tema nya adalah ‘3 Perempuan Hebat Indonesia’ akan menghadirkan salah satunya adalah ibu Linda Gumelar, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, dan 2 orang Perempuan Hebat yang lain. 

Dan audience nya berkonsep untuk siswi2 remaja putri serta perempusn dewasa berprestasi di Jakarta. Undangannya sudah ditentukan di beberapa sekolah, dan sudah kami berusaha untuk koordinasi kepada beliau2 ini. Sampai akhirnya, ternyata rencana tersebut harus dibatalkan karena bu Linda Gumelar sendiri acaranya sangat padat, sehingga beliau hanya bisa membuka seminar ini, dan yang lainnya tiba2 harus ke luar kota.

Cukup mengecewakan, memang, tetapi IDKITA tetaplah IDKITA. Sebuah komunitas yang selalu menampung ide2 anggotanya, sehingga walau acara besar tersebut batal diselenggarakan, tetapi kami mempunyai sebuah acara special yang lain, yaitu ‘Road-Show’ to School’ untuk Sosialisasi dan Workshop tentang Internet Sehat dan Aman. Tidak jadi 1 kegiatan di 1 tempat dalam 1 waktu, IDKITA menghasilkan 4 kegiatan di 3 sekolah ( SD 02 dan 03 Grogol dan SMP 115 Tebet ) yang berbeda dengan ratusan siswa / siswi dan orang tua serta guru2 dalam 3 hari!


Jumat tanggal 20 Desember 2013 kemarin, IDKITA Kompasiana ( Valentino dan aku ) bersama 2 orang remaja Duta INSAN ( Alicia - Duta Indan 2013 dengan Michelle - Finalis Duta Insan 2013, lihat tulisanku Taraaaaa …..Terpilihlah Sudah ‘Duta Insan Nasional 2013′ ), men-sosialisasikan tentang internet Sehat dan Aman di SMP 115. Tujuannya adalah untuk sosialisasi dan workshop kepada orang tua ( bukan siswa / siswinya ) dan memperkenalkan tentang ‘Parenting Control’ ( untuk dipasang di gadget anak2 dan remaja di Blackberry, iPhone, iPad, Symbian, Nokia dan Windows Essential ) serta ‘Family Guard’ khusus untuk Android dari Indosat.

Sebelumnya, hari Kamis tanggal 19 Desember 2013, IDKITA dengan Michelle Finalis Duta Insan 2013, juga sudah datang ke SMP 115, untuk sosialisasi di depa orang tua dan guru2 kelas 7 Dan mereka antusias untuk belajar lebih dalam lagi tentang pemasangan ‘Parentig Control’ atau ‘Family Guard’, sampi mereka menginginkan kami datang lagi untuk khusus mengajari mereka dalam workshop seharian, di tahun depan.

Dari kasus kelas 7 ini, kami juga endapat sambutan yang cukup antusias ketika kami men-sosialisasikan di kelas 8 dan kelas 9 di SMP 115 juga, pada Jumat-nya. Full day, dari mulai jam 8.00 sampai sebelum Sholat Jumat untuk kelas 9, dan dilanjutkan dari jam 14.30 sampai selesai.

13877762801790248204
1387776327807628165

Pembukaan sosialisasi di kelas 7 ( Hari Kamis 19 Desember ) dan Valentino dengan gaya khasnya berjalan2 diantara orang tua untuk ‘menyihir’ mereka tentang kekuatan bahaya dunia maya bagi anak2 mereka, untuk kemudia mereka lebih bisa ‘mengontrol’ kegiatan anak2 mereka di dunia maya …..
Konsep kami dalam sosialisasi adalah Valentino mengawali bicara tentang dunia maya dan teknologi, yang lebih detail tentang bahaya2nya untuk remaja. Sampai para orang tua dan guru2 terkesima dengan fakta2 yang ada, Valentino mulai ‘menurunkan’ intonasi bicaranya untuk memperkenalkan beberapa solusi bagi mereka ( anak2 dan remaja serta orang tua dan guru2 ).

Yang pertama adalah membimbing anak2 dan remaja untuk  melakukan kegiatan2 positif termasuk juga di dunia teknologi ( jika mereka memang berminat ), salah satunya adalah mengikuti kompetisi Duta Internet Sehat dan Aman, seperti contoh 2 siswa SMP ( Alicia dan Michelle ) sebagai Duta Insan. Dan setelah itu, Valentino mempersilahkan Alicia dan Michelle memperkenalkan dirinya masing2 serta bercerita tentang kegiatan mereka sebagai Duta Indan 2013.

13877764272071918904
13877766161398174025

Michelle dan Alicia bergantian berbicara tentang kegiatan mereka sebagai Dutan Insan 2013 ( Hari Jumat 20 Desember ) …..

Dan walau mereka masih muda usia ( masih SMP ), ternyata kelihaian mereka dalam berbicara sudah mulai bersinar. Walau sangat wajar jika mereka masih malu2 dan kadang2 bingung, tetapi mereka cepat untuk belajar, yang membuat orang tua dan guru2 itu terlihat percaya bahwa kegiatan anak2 dan remaja di Jakarta ini masih ada yang peduli dan tidak melakukan ‘yang aneh2′ di dunia maya.

13877766921873335806
1387776807531050401
Sosialisasi di kelas 8, diantara orang tua dan guru2 SMP 115 Tebet

Yang kedua adalah menampilkan aku sebagai motivator dalam berkegiatan di dunia maya. Bahwa teknologi internet adalah memang mada depan dunia, khususnya anak2 dan remaja. Teknologi nantinya merupakan titik sentral kehidupan manusia, bahwa dunia hanya ada di 1 genggaman tangan kita saja.Tinggal memencet 1 jari saja, dunia akan berubah!

Seperti biasa, berbicara tentang pemanfaatan internet dengan sangat baik. Dalam menulis swbagai blogger di Kompasiana. Dalam berkomunitas di beberapa grup Facebook sampai kopdar secara positif, bahkan dalam memposting hobi2ku filateli dan kegiatan2ku ( yang bergerak ) di yotube, adalah beberapa cara pemanfaatan teknologi internet yang positif. Dan akhirnya aku selalu mengajak upaya orang tua dan guru2 belajar menulis untuk pemanfaatannya serta berinteraksi di komunitas kami.

Dan yang ketiga, walau bukan yang ter’kecil’, Valentino akan menutup sosialiasi ini untuk mengajak orang tua dan guru yang berminat untuk memasang ‘Parenting Control’ atau ‘Family Guard’ di gadget anak2 dan remaja mereka, atau setidaknya, orang tua dan guru bisa belajar untuk memantau anak dan remajanya dalam berinteraksi di dunia maya. Mereka sangat antusias, dan bersama dengan orang tua dan guru kelas 7, untuk kelas 8 dan kelas 9 pun sangat berminat untuk belajar bersama …..

1387777032142042740
***
Kegiatan IDKITA pada akhir tahun 2013 ini, memang cukup pada. Di tahun ini, puluhan kegiatan sudah kami lakukan termasuk di luar kota di Purwokerto dan Yogyakarta bersama Kominfo serta diundang untuk mengikuti APEC for Women 2013 di Bali kemarin ( yang di kota2 lain tetap berjalan denan baik bersama relawan2 IDKITA di masing2 kota ) , menyusul kesuksesan IDKITA di tahun 2012 yang lalu, dimana pada event Hari ibu 2012 IDKITA berkolaborasi dengan Kemen Kominfo serta Kemen Perdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, menyelenggarakan Seminar Nasional “Ibu di Era Digital” dengan mwnghadirkan semua istri2 Gubernur ( Ketua PKK ) dari 34 Provinsi di Indonesia ( lihat di link2 di bawah ini ).

Dan tahun yang akan datang 2014, dengan apa yang Tuhan inginkan, aku yakun IDKITA akan terus melebarkan sayap dalam pelayanan bagi ‘pemberdayaan perempuan serta perlindungan anak dan remaja di bidang teknologi ( ICT ) untuk Indonesia’ ……

Sampai bertemu IDKITA di tahun 2014, salam IDKITA, Tuhan berkati ……

Link tentang kegiatan IDKita Kompasiana
 
‘Parenting Control’ Bukan untuk Mengawasi Suami, Ya!
 
Banggaku kepada ‘Michelle dan Nathasya’: Mereka Menyimakmu…
 
Penandatanganan MOU antara IDKITA dengan Kowani untuk Pelayanan Anak-anak dan Remaja
 
‘Duta Insan’ 2013 : Remaja [IDKITA] Calon Kebanggaan Bangsa
 
Pekerjaan Besar Tuhan Menanti : Bersama IDKITA dan Kowani Melayani Sesama …..
 
Kita Tidak Akan Pernah Berhenti: Sebuah Komitmen dengan Tuhan …..
 
Test Online Calon ‘Duta Internet Sehat dan Aman’ 2013
 
Apresiasi Ibu Dewi Motik [Ketum Kowani] kepada IDKITA Kompasiana dan Rencana MOU
 
‘Bapak Gatot M.Suwondo CEO BNI 46′ : Siap Mendukung Program-Program IDKITA Kompasiana!
 
“Keep in Touch, Sista …..”
 
Aku Tidak Tahu, Kemana Tuhan Akan Membawa Kita …..
 
Bermula Hanya Menulis di Kompasiana, Berkarya lalu Meluaskan Jaringan di Dunia Internasional
 
Memanfaatan Peluang Perempuan Indonesia di APEC Women 2013 di Bali
 
IDKITA Kompasiana Terus ‘Bersinar’ di APEC Women 2013 di Bali
 
‘Opening Ceremony’ APEC Women 2013 di Bali, 6 September 2013
 
APEC Women 2013? IDKita Kompasiana Diundang ke APEC di Bali? Wah …..
 
Griya Yatim dan Dhuafa Menjalin Kerjasama Dengan IDKITA Membangun ‘100 Desa Internet’ di 
seluruh Indonesia

 
Bukan Sekedar ‘Kampung’ Biasa, apalagi Bersama IDKita dengan Griya Yatim dan Dhuafa
 
Akun Soraya Haque itu Palsu!
 
Tetapi Akun Soraya Haque di Kompasiana, itu Asli Lho …..
 
[ IDKita Kompasiana ] Cerita di Kampus Atmajaya dan Kampus Gajah Mada
 
[ IDKita Kompasiana ] Mengajak STIE YKPN Yogyakarta untuk Berbagi Demi Bangsa
 
[ IDKita Kompasiana ] Berbagi dengan Remaja SMA Bopkri-1 Yogyakarta
 
Kita Akan Mengguncang Yogyakarta! Be There!!!
 
‘IDKita Kompasiana’ di Mataku : Refleksi 1 Tahun
 

Papua, IDKita Kompasiana is Coming …..
 
IDKita Kompasiana dan Kementerian Kominfo Akan Datang ke Tempat Anda …
 
Dunia Maya pun Juga Ada di ‘Hp Jadul’…
 
Indonesia Akan Mendengar Mereka
 
‘Gerakan Guru Menulis’ di Kompasiana
 
Kreatifitas Menulis Siswi SMP di Baturaden
 
Buruh Petani pun Harus Bisa Internet! Sasaran Orang Tua Siswa SMPN 1 Sumbang - Purwokerto
 
Pengembangan Internet Sehat dan Aman di SMPN 1 Baturaden, Purwokerto
 
Selamat Datang di Purwokerto, Salam dari IDKita Kompasiana …..
 
Mereka Berselancar di Dunia Maya di Warnet, Sementara Orang Tua Mereka adalah Buruh Tani …..
 
Dialog Bersama Remaja SMP Penabur Kota Jababeka
 
Talk Show Kompas TV di Hari Ibu 2012 : Ibu Jaman Sekarang Harus ‘Melek’ Teknologi …..
 
IDKita Remaja Sudah Membuktikannya di Seminar “Peranan Ibu di Era Digital” …..
 
“Aduuuuhhhh, Aku Stresssssss …..” : Kesibukan Menjelang Hari ‘H’
 
“Bukan Ortu Gaptek” : Buku Pertama IDKita Kompasiana
 
Radio DFM 103.4 FM menggandeng IDKita Kompasiana

 
Ternyata Mereka Hanya Ingin Pengertian dan Keterbukaan
 
IDKita Kompasiana dan 2 Kementerian : Persiapan Seminar Hari Ibu Nasional 2012
 
Kompasianival 2012: Remaja-Remaja IDKita yang Luar Biasa!
 
Seminar ‘Game Online’ - Kominfo : Ketika Kreatifitas Anak dan Remaja Berseberangan dengan 
Dampak Negatifnya
 
‘Parenting Control’ : Workshop Perdana IDKita Kompasiana
 
IDKita Kompasiana Akan Berkolaborasi dengan 2 Kementerian dalam Hari Ibu 2012
 
Mbah Google versus ‘Mading’
 
Sudah Berapa Jauhkah IDKita Kompasiana Berkembang?

 
Kolaborasi IDKita Kompasiana dengan Kominfo dalam Membina Generasi Muda di SMK Kesdam 
Jaya

 
‘The Next Action’ dengan ibu Mariam F.Barata, Direktur Pemberdayaan Telematika Kominfo

 
Berdialog dengan ‘Ibu Linda Amalia Sari Gumelar’, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan 
Perlindungan Anak RI

 
Ketika Orang Tua Baru Mengerti, Bahwa Anak-Anak Mereka Berada ‘Jauh’ di Depan Mereka …..

 
Remaja Tidak Menyadari Bahwa Bahaya ‘Mengancam’ Mereka !

 
Respon Antusias Orang Tua tentang ‘Internet Sehat’ di GKJ Eben Haezer

 
Diskusi dengan Dirjen Telematika Kominfo, Bapak Ashwin Sasongko
 
ID Kita Kompasiana - Kominfo : Diskusi Program ‘Internet Sehat’

 
ID Kita Kompasiana: Membangun ‘Mimpi’
 
ID Kita Kompasiana - MOU: Tanggung Jawab Kami untuk Generasi Muda Indonesia
 
ID Kita Kompasiana : Bermula dari ‘Keluarga Cengengesan’ …..

13877779041185325007

Rabu, 18 Desember 2013

‘Parenting Control’ Bukan untuk Mengawasi Suami, Ya!

Rabu, 18 Desember 2013 - 0 Comments



By Christie Damayanti

1387367328508238444

Ya …..kata2 itu yang diucapkan Valentino, ketika IDKITA melakukan dialog dengan orang tua murid SDN 03 Pagi Grogol Jakarta Barat pagi ini. Mereka meang baru mengetahui tentang sebuh aplikasi yag bisa dipasang pada smartphone anak2 mereka untuk mengawasinya dalam pemanfaatan TIK. Dan orang tua siswa SD tersebut, ternyata sangat antusias untuk memahami hal ini.

Dalam rangka Hari Ibu 2013 ini, IDKITA menggelar event ‘road show’ Sosialisasi dan Workshop tentang Internet Sehat dan Aman, untuk paraorang tua dan guru2 di beberapa sekolah, SD dan SMP. Acara ini dimulai tanggal 18, 19 dan 20 Desember 2013, IDKITA berkolaborasi dengan Kowani dan didukung oleh Indosat. Dan hari ini, kami memulainya, di SDN 2 Pagi di Grogol.

Kegiatan di mulai jam 9 Ppagi. Letak sekolah di dalam gang, bersebelahan dengan ( berdempetan ) dengan sekolah SDN 2 Pagi Grogol. Peserta adalah anak-anak kelas 5 dan 6. Ternyata dalam pembahasan turut bergabung juga siswa/siswi dari SDN 2 Pagi Grogol ( dalam foto yang berpakaian batik merah dan rok/celana merah ).

Orang tua itu terlihat dengan apa adanya. Sekolah itu merupakan sekolah SD Negeri dengan kehidupan yang sederhana. Dengan menggelar tikar dan apa adanya, orang tua siswa membaur dengan siswa pada sesi Pertama ( yaitu tentang bahan sosialisasi untuk anak ), berlangsung selama 1,5 Jam. Valentino memaparkan beberapa hal penting mengenai proteksi diri dari pemanfaatan smartphone atau internet.

13873673931324769064
Kepala Sekolah untuk mengarahkan siswa2

Suasana akrab mulai terasa, dan inilah yang kami inginkan. ‘Masuk’ ke dalam ‘akar rumput’ untuk meggali kenyataan2 yang ada, yang berhubungan dengan kehidupan anak2 dan remaja dalam teknologi ( internet ). Dan justru dengan ‘masuk’ langsung dari bawah inilah, yang bisa memunculkan kenyataan2 baru yang mungkin kita tidak pernah tahu jika kita tidak melihat atau mengalaminya …..

Namanya saja lingkungan yang sederhana, mereka tidak semuanya /  siswa memiliki smartphone, walau terlihat ada siswa yang membawa Blackberry, tablet dan jenis smartphone android lain selama pemaparan materi.

Secara garis besar Valentino memaparkan bahaya penyalahgunaan dan sekaligus memberikan mereka inspirasi untuk memanfaatkan smartphone / internet untuk meningkatkan keahlian mereka, misalnya bernyanyi, bermain musik disamping menggali pengetahuan sebanyak-banyaknya. Tetapi karena ini adalah siswa SD, Valentino memesan agar anak perlu di dampingi oleh orang tua.

Anak-anak terlihat serius ketika Valentino memutarkan salah satu video sosialisasi internet sehat yang diproduksi Kominfo yang isinya tentang bahaya berkenalan dan KOPDAR dengan orang yang tidak di kenal di dunia maya. Setelah itu Valentino juga menyuguhkan jenis-jenis games yang disukai oleh anak-anak saat ini, dan melihat jenis games yang diperlihatkan, para siswa menjadi antusiasi megacungkan jarinya menandakan bahwa mereka menyenangi game-game tersebut. 

Mereka tidak sadar bahwa jenis games yang kami suguhkan diselipkan beberapa game yang tidak sepantasnya di mainkan oleh mereka. Dan hal ini justru menjadi catatan tersendiri oleh Valentino, untuk menangkap sampai dimana para siswa memanfaatkan internet …..

13873674671114943781
13873675911060045858

IDKITA selalu menayangkan beberapa video sosialisasi dengan beberapa games yang disukai anak2, supaya mereka tidak bosan. Dan siswa2 yang antusias untuk bertanya …..

Cukup singkat memang, dan kejenuhan mulai terasa sehingga memang waktu dibatasi hanya hingga 1,5 jam yang ditutup dengan tanya jawab. Salah satu pertanyaan yang diajukan oleh salah satu siswi kelas 6 adalah bagaimana menghapus foto2nya yang sudah terlanjur ia sebarkan melalui akun Facebook dan Twitter. Pertanyaanya itupun dijawab oleh Valentino, walau tidak ada foto yang terbuka, atau melanggar kesusilaan, namun sudah saatnya memilah-milah mana yang foto yang sangat pribadi dan mana yang pantas untuk umum.

13873676431366593146

Siswi kelas SD yang berani bertanya, tentang keinginannya untuk menghapus foto2 yang terlanjur disebarkan lewat Facebook dan Twitter

Pada kenyataannya, memang anak SD saja sudah menggunakan akun jejaring sosial ( Facebook atau Twitter ) secara bebas, walau semestinya usia mereka belum cukup untuk itu. Dengan begitu, satu kesimpulan awal bahwa perlunya peran orang tua dalam hal pengawasan.

Sesi pertama tentang sosialisai berlalu, dan sesi ke dua bersama orang tua dimulai. Valentino lebih terbuka lagi memberitahukan persoalan-persoalan yang terjadi pada anak dan remaja di Indonesia saat ini. Banyak modus yang dilakukan oleh para pedofil atau on line sexual predators dalam menjerat anak-anak, khususnya bahaya sexting yang memang sangat sulit diintervensi oleh pemerintah dalam hal pengawasan konten.

1387367773779211318
13873678122129937283
Sesi kedua untuk orang tua siswa SD

Sebagian besar orang tua, baru memahami apa yang diberitahu oleh Valentino, dan baru menyadari bahwa penyalahgunaan TIK tidak hanya terjadi pada anak dan remaja, namun orang dewasa pun melakukan hal tersebut.

Untuk menjawab semua itu, Valentino memberikan beberapa solusi.

1.       Yang pertama, bila anak mengalami masalah dalam penyalahgunaan internet dan smartphone, yang pertama pasti disalahkan atau bertanggung jawab adalah orang tua, ini harus diterima sebagai sebuah konsekuensi logis.

Oleh karena itu, “Mom’s Rules” harus diterapkan di dalam keluarga. Seorang ibu harus dapat bersikap tegas dalam membatasi anak memanfaatkan internet/smartphone, karena siswa-siswa ini masih tergolong sangat dibawah umur, masih sekolah dasar.

2.       Solusi kedua, yaitu memasang aplikasi ‘parenting control’, yang tentunya adalah menjadi hal baru bagi mereka, yang sebagian besar mengaku sangat gaptek.

Pada akhir sesi ini, kami mempersilahkan apabila ingin melaksanakan workshop tentang parenting control, hanya saja permintaan ini harus datang dari orang tua, jangan menjadi keterpaksaan sekolah. Oleh karenanya bagi orang tua yang tertarik, dapat mendaftarkan diri ke kepala sekolah, hingga jumlah tertentu ( batas minimal dan maksimal yang ditentukan IDKITA ), setelah itu kepala sekolah dapat menghubungi kami kembali dalam melaksanakan kegiatan ini.

Jadi, siapa yang mengatakan IDKITA vakum? Justru kami berusaha menggali ide2 baru untuk tetap menggerakkan kegiatan bersama dengan beberapa instansi, demi merangul anak2 dan remaja dalam dunia maya, secara cepat dan tetap berguna bagi banyak orang. Dan hari ini merupakan awal dari antusiasme tim IDKITA untuk terus melayani, menyambut Hari Ibu 2013 …..

Salam IDKITA Kompasiana …..

Sumber : Valentino

1387367912713929172

Rabu, 20 November 2013

Banggaku kepada ‘Michelle dan Nathasya’: Mereka Menyimakmu…

Rabu, 20 November 2013 - 0 Comments






By Christie Damayanti

13849287154422365

IDKITA Kompasiana dengan Kowani ( dengan Ibu Dewi Motik ), sosialisasi Internet Sehat dan Aman

Sebelumnya :




Kowani tidak main2 dengan rencana2nya. Setelah MOU antara Kowani dan IDKITA tanggal 7 November 2013 yang lalu, yang ditanda tangani antara Ibu Dewi Motik dengan Valentino, pada hari Selasa tanggal 19 November 2013 kemarin, IDKITA memulai sosialisasinya yang pertama dan yang perdana di depan ibu2 Kosgoro dan remaja2 dari sekolah Kosgoro.

Konsep kami yang pertama ini, untuk memperkenalkan tim IDKITA serta pengenalan tentang dunia teknologi internet. Komandan IDKITA Valentino, aku dengan mba Chia, datang bersama 2 orang finalis Duta Insan 2013 ( Michelle dan Nathasya ) serta Dokter dan Psikolog Inneke dan Bu Diana dari Indosat. Dan sebagai nara sumber adalah Valentino, aku, bu Diana serta Michelle dan Tasya. Tim ini akan terus ‘bergerak’. Bukan mereka saja yang berbicara di lain kesempatan, tetapi akan ada yang lainnya. Mungkin dengan instansi2 perbankan, dokter2, atau yang lain, tergantung tema-nya.

13849288152021535850
Semua nara sumber : Bu Diana ( Indosat ), aku, Nathasya, Michelle dan Valentino

1384928933750377476
13849290781652812583

Gaya Valentino yang berapi2 mengajak remaja dalam berdisusi, bukan hanya ‘1 arah’ saja, yang membuat mereka tertarik dan serius memperhatikannya …..

Selasa tanggal 19 November 2013 kemarin, kami berbicara did Kantor Pusat Kowai jalan Imam Bonjol, di depan ibu2 Kosgoro dengan remaja2 SMA Kosgoro dengan audience sekita 200 orang lebih, dan dari awal sampai akhir sekitar 2,5 jam mereka menyimak dan serius, bahkan aku melihat dari panggung bahwa mereka sampai terkagum2 melihat penampilan Valentino serta Michelle dan Nathasya …..

1384929198674373893
13849292641180746206
Gaya Bu Diana ( Indosat ) dan aku dalam memberikan materi …..

1384929320380217248
1384929377760573538
13849294231723227040
Bahkan sampai ujung belakang pun, mereka menyimak dengan serius …..

Yang menarik adalah, ada 2 orang remaja yang luar biasa! Mengapa aku katakan ‘luar biasa?’ Ya! Mereka benar2 luar biasa!

Michelle dan Nathasya

Nathasya JE Silaen ( atau Tasya ) memang sudah cukup dewasa. Seorang remaja putri yang luar biasa! Dengan prestasinya yang setumpuk, dia sudah sering berbicara di banyak forum. Menguasai 5 bahasa asing dan banyak bahasa daerah, Tasya benar2 membuat banyak orang kagum, termasuk kami. Dan dia sangat peduli dengan teman2nya sesama remaja, bukan hanya tentang teknologi saja, melainkan tentang perlindungan anak-remaja, juga tentang kegiatan dan kreatifitas mereka. 

Dan Tasya sudah kelas 3 SMA. Sebenar lagi akan memasuki ‘dunia dewasa’ dalam perkuliahannya, diharapkan remaja2 seperti inilah yang akan mengambil tampak pemerintahan Indonesia, dimasa datang.

13849295281248792776
Tasya menjawab pertanyaan teman2 barunya di sesi tanya jawab

Clarensia Michelle adalah pra-remaja yang baru maduk di dunia remaja. Kelas 3 SMP. Masih kecil. Tetapi sudah juga menuju remaja. Bukan karena Michelle adalah anakku, tetapi kebisaan dan prestasinya yang juga membuat banyak orang dilingkungannya mulai sadar bahwa dia juga merupakan tumpuan harapan bangsa. 

Prestasi sekolahnya yang sangat bagus serta kegiatan2nya yang menyenangkan. Walau dia belum pernah bicara di depan banyak orang di sebuah forum formal di Kowani, ternyata dia mampu menguasai dirinya, bersama dan berkolaborasi dengan Tasya. Sebuah prestasi yang benar2 membanggakan!

1384929633284663524
Michelle ‘melempar umpan’ kepada teman2 barunya di sesi materi

Kegiatan IDKITA selalu bertumbuh dan berkembang, sejak terbentuknya di awal Mei 2012 lalu. Dan semakin bersinar ketika semakin banyaknya instansi yang menginginkan kerjasama dan kolaborasi dengan kami, terutama Kowani ini. Apalagi dengan bergabungnya remaja2 IDKITA yang ingin ‘berbicara’ dengan remaja2 seumurannya untuk melakukan hal2 posirif dengan internet.

 Aku tidak akan banyak bercerita tentang IDKITA nya, tetapi lebih fokus tentang apa yang dilakukan dengan kolaborasi antara Michelle dan Nathasya.

Nara sumber terakhir : the last but not least

Begitu moderator Valentino menyilahkan 2 remaja tersebut bicara bersama. Secara serempak mereka bangkit dari tempat duduk kami di panggung, dan berdua mengambil masing2 mike, dan berjalan ke tengah2 mimbar. Mau apa mereka?

13849296911359992645
13849297811203392412

Gaya remaja : Michelle dan Nathasya, berbicara dan berdiskusi dengan teman2 barunya di sesi materi. Seperti orang dewasadan sangat luar biasa …..

Ternyata sangat surprise, ketika Tasya mengawali pembukaannya seperti MC, berambung2 dengan Michelle. Tasya sangat terlihat menguasai panggung dan audience dan melempar joke2 khas remaja kepada mereka dan memancing Michelle dengan tanya jawab tentang materi yang mereka bawakan. 

Materi2 sederhana tetapi maknanya cukup dalam sebagai remaja. Yaitu tentang kegiatan berinternet dalam keremajaan mereka, serta bagaimana mereka yang memang masih sangat muda, untuk melakukan proteksi dalam dunia maya, bagi diri mereka sendiri!

1384929820206265393
1384929871981652514

Mereka selalu berani bertanya, sebelum menjawab pertanyaan2 kepadaku atau kepada Valentino

Cukup takjub dengan materi yang mereka bawakan! Ternyata mereka dengan tidak seperti ‘menggurui’ teman2nya, tetapi aku meluhat dengan jelas audience terfokus dengan kedua remaja itu, dan mendengarkan dengan seksama! Sepertinya tidak serius, tetapi keseriusan bukan hanya dengan wajah2 serius. Tetapi mereka menjadikan ’serius’ sebagai ’sesuatu’ yang dibuat santai tetapi menohok di hati! Serius tetapi santai. Itu konsep yang mereka lakukan …..

“Pantesan, sebelum acara dimulai, mereka ‘menghilang’ ketika aku menccari Michelle untuk membantuku. Ternyata mereka mempersiapkan materi dengan cepat ( Tasya baru datang sekitar 15 menit sebelum acara dimulai ), dan hasilnya adalah luar biasa! Dan materi mereka bukan materi dari IDKITA,  melainkan materi yang dibuat sendiri dengan tema yang sama …..”

Waktunya tidak lama, mungkin hanya sekitar 15 atau 20 menit penyajian materi dan sekitar 10 menit bertanya jawab. Ada 1 pertanyaan oleh seorang ibu Kowani dan dijawab dengan jawaban khas remaja. Aku terus mengikuti dan menikmati kolaborasi Michelle dengan Natasya, sambil terus tersenym bahkan tertawa, mencuri2 lirikan dengan Valentino sambil mengacungkan jempol kepada mereka dan mengangguk2 puas …..

Respon dari audience

IDKITA selalu mendapat sambutan dan respon yang baik dari audience setelah selesai acara. Mereka pasti menanyakan banyak hal jika waktu bertanya jawab dirasakan kurang. Bahkan mereka menanyakan alamat2 kami, nomor telpon dan sebagainya, dan kami selalu jawab dengan senang hati.

Tetapi sambutan audience kepada Michelle dan Tasya ternyata sangat besar. Respon yang luar biasa! Remaja2 itu mengerumuni Michelle dan Tasya dan meminta untuk berfoto bersama. Bahkan mereka meminta Michelle dan Tasya untuk berbicara di sekolah mereka …..

Makan siang untuk remaja2 itu, merupakan acara yang ditunggu. Sambil makan siang, Michelle dan Tasya berdiskusi bersama dengan sekelompok remaja yang memang dari tadi terus serius mendengarkan kolaborasi mereka. Aku tidak tahu apa yang mereka perbincangkan, tetapi aku sangat percaya bahwa mereka akan mendapatkan pertemanan dan kelompok diskusi yang mengasikan, secara mereka sudah saling bertukar pin BB atau nomor telpon.

13849299421409333451
13849302791134320214
Mereka berdiskusi dengan gaya khas mereka, remaja harapan bangsa, sambil makan siang …..
Belum pernah aku sebangga ini dengan penampilan IDKITA. Kolaborasi antara Michelle dan Nathasya akan menambah kebanggaan bagi kita semua. 

Bahwa jika kita memberikan kesempatan bagi remaja, mereka ternyata tidak kalah dengan orang2 dewasa : baik kedewasaannya sendiri sebagai remaja, bahkan lebih lagi dengan dipercanyakannya untuk bisa ‘masuk’ ketengah2 masyarakat sebagai motor penggerak dan ( untuk kasus ini ) sebagai Duta Internet Sehat dan Aman  bagi Indonesia yang lebih baik dimasa depan.

13849303331076221618
1384930385152773679

Bu Dewi Motik berfoto bersama remaja2 kita, dan gaya khas ciptaan Nathasya untuk mendukung ‘Internet Sehat dan Aman’ …..

Michelle dan Nathasya, kami bangga dengan kalian dan teruslah belajar. Masa depan Indonesia di tangan kalian …..

Dan Kementrian Kominfo tidak salah memilih mereka sebagai ‘duta’…..

1384930462846470765


Jumat, 08 November 2013

Penandatanganan MOU antara IDKITA dengan Kowani untuk Pelayanan Anak-anak dan Remaja

Jumat, 08 November 2013 - 0 Comments


By Christie Damayanti

13838841581554684893

Penandatanganan MOU antara IDKITA ( Valentino, Koordinator, Komandan ) dengan Kowani ( Ibu Dewi Motik, ketua Umum )

Sebelumnya :



Siapa yang bilang bahwa IDKITA ‘melempem’ dalam kegiatan2nya?  Ah, itu hanya perasaanmu saja ;) hihihi …..

Justru setelah IDKITA diundang oleh Ibu Linda Gumelar sebagai delegasi Indonesia dalam APEC for Women 2013 tanggal 6 sampai 8 September 2013 lalu : lihat parade tulisanku tentang ini Bermula Hana Menulis di Kompasiana, Berkarya lalu Meluaskan Jaringan di Dunia Internasional, Aku Tidak Tahu Kemana Tuhan Mau Membawa Kita, “Keep in Touch, Sista” serta Memanfaatkan Peluang Perempuan Indonesia di APEC Women 2013 di Bali. IDKITA banyak membuka kerjasama dengan berbagai institusi. 

Beberapa komunitas dan pimpinan lembaga meminta IDKITA untuk bekerjasama dalam forum pemberdayaan perempuan dalam mensejahterakan keluarga, khususnya anak2 dan remaja dalam bidang teknologi ( internet ). Diantaranya beberapa provider telpon seluler lewat program2 baru mereka dan Direktur BNI Bapak Gatot M. Suwondo ( lihat tulisanku Bapak Gatot M.Suwondo CEO BNI 46 : Siap Mendukung Program-program IDKITA Kompasiana ).

Bahkan bu Dewi Motik selaku ketua umum Kowani yang membawahi sekitar 15.000 organisasi wanita di seluruh Indonesia, meminta  kami untuk SEGERA melakukan MOU! Apalagi ketika bu Dewi Motik melihat sendiri, betapa suksesnya even pemilihan dan penganugerahan Duta Insan ( Internet Sehat dan Aman ) Nasional 2013 awal minggu ini ( lihat tulisanku Taraaaaaa ….. Terpilihlah Sudah ‘Duta Insan’ Nasional 2013 ) dengan Kementerian Kominfo yang salah satunya IDKITA bertugas sebagai tim online yang menjaring, seleksi, membina sampai 20 finalis dari 1200 pendaftar. 

Valentino sebagai perwakilan IDKITA Kompasiana di dalam kepanitian namun di backup oleh beberapa relawan IDKITA lainnya untuk melaksanakan tugas mengelola situs blog DUTA INSAN, dimana banyak tulisan remaja di publish di sana.

Setelah selesai semua, kemarin Kamis tanggal 7 November 2013, Puji Tuhan sudah terlaksana penanda-tanganan persetujuan dalam MOU selama 2 tahun. Dimana IDKITA diberi ‘mandat’ untuk mensosialisasikan ‘Internet Sehat dan Aman’ di depan forum wanita seluruh Indonesia, yang tergabung di dalam Kowani. IDKITA akan berbicara di depan mereka minimal setiap 2 minggu sekali selama 2 tahun ( boleh saja setiap minggu dan Kowani akan memfasilitasi tempat dan undangan di Kantor Pusat Kowani di Jalan Imam Bonjol, Menteng ), dengan aturan2 yang sudah dituangkan pada MOU tersebut. Jika memang kurang waktu dan ingin terus bekerja sama, MOU itu bisa terus diperpanjang.

13838841882043134663

Suatu prestasi yang sangat membanggakan, ketika komunitas kami mampu ‘menembus’ dunia internasional dalam APEC Women 2013 dan bekerjasama dengan Kowani yang dibelakangnya ada sekitar puluhan juta perempuan Indonesia yang tergabung dalam sekitar 15.000 organisasi wanita seluruh Indonesia! Puji Tuhan!

13838842172036183580
13838842502052359309

Ketika kami membentuk komunitas ini, impian kami tidak muluk. Hanya ingin berkarya dalam teknologi. Lama kelamaan, kami lebih memfokuskan diri untuk pelayanan anak2 dan remaja, juga dalam teknologi. Berkembang, ketika kami mulai memperhatikan  masalah-maslaah yang terjadi di kalangan anak2 dan remaja masih dibawah umur dalam pemanfaatan TIK (teknologi informasi dan komunikasi), dimana penanggu-jawabnya adalah orang tua, khususnya ibu2 mereka. Sehingga, kami masuk juga ke dalam Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, selain dengan Kementrian Kominfo dan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

IDKITA juga selalu berbicara di Radio Edukasi Pustekkom 1440 AM dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, setiap hari Selasa jam 10.00 sampai jam 12.00 dan setiap Kamis jam yang sama untuk ‘Bedah Buku On-Air’. Bahkan segera, IDKITA akan lebih bekerja sama dengan melibatkan anak2 dan remaja2 itu sendiri dalam sebuah rangkaian kegiatan rutin yang pasti dapat dinikmati oleh semua orang di seluruh Indonesia, SEGERA!

Kegiatan2 IDKITA semuanya bersifat sosial. Semuanya bersifat pelayanan dalam Tuhan, sejak terbentuknya sekitar awal tahun 2012 lalu ( hampir 2 tahun terbentuk ). Dalam pelayanan ini, kami sama sekali tidak mencari uang, murni sosial. Jika kami diundang untuk berbicara di semua komunitas, baik sekolah2, komunitas keagamaan, pengajian, arisan, karang taruna atau apapun, jika dalam Dejabotabek selama mobil kami bisa mengantar, semuanya tanpa biaya. Jika ke luar kota, tentulah kami akan menggandeng rekanan atau sponsor untuk biaya2 tersebut ( bari transportasi dan akomodasi ), dan tetap saja kami dalam pelayanan dalam Tuhan tanpa keinginan kami untuk sebuah nama atau keuntungan materi semata.  

Satu2nya keuntungan kami adalah, mendapatkan berkat Tuhan yang luar biasa ketika kami bisa mendapatkan pertemanan dan persahabatan dalam menuju masa depan yang lebih baik.

Yang jelas, IDKITA sama sekali tidak pernah ‘omdo’, alias ‘omong doang’. Dalam doa dan dukungan sukarelawan serta lingkungan, IDKITA terus melaju demi mencapai masa depan Indonesia lebih baik. Dan semua yang kami lakukan adalah demi Kemuliaan Nama Tuhan ……

Kembali soal penandatanganan MOU antara IDKITA dengan Kowani, keinginan kami sangat jelas adalah pemberdayaan kaum perempuan untuk membentuk keluarga khususnya anak2 dan remaja demi masa depan mereka. Dan sosialisasi perdana adalah tanggal 19 November 2013 di Kantor Pusat Kowani di jalan Imam Bonjol, dengan peserta ibu2 dari Kosgoro. Dan akan kami perkenalkan beberapa finalis Duta Insan Remaja 2013, yang baru dianugerahkan tanggal 6 November 2013 kemarin, untuk mulai melakukan tugas sebagai Duta Insan.

***

IDKITA akan tetap berkarya dalam pelayanan. Itu tidak akan berubah! Komitmen kami bukan dengan manusia, tetapi kami sudah berkomitmen dengan Tuhan

Bahwa ketika Tuhan memberikan berkat2 yang luar biasa kepada kami, khususnya aku sebagai insan pasca stroke ( yang disabled ), kami berkomitmen untuk ‘membalas’ berkat Tuhan itu lewat pelayanan kami, salah satunya lewat IDKITA. Jadi, ketika ada yang mencibir kami, atau pernyataan2 dan artikel2 kami tidak dibaca pun, kami tidak peduli. 

Yang jelas, IDKITA akan terus - terus dan terus berkarya dan melayani demi anak2 dan remaja Indonesia …..

Tunggu aksi dan reportase2 tentang  IDKITA selanjutnya!

Salam IDKITA Kompasiana …..
1383884296431850300



Kamis, 07 November 2013

Taraaaaaa… Terpilihlah Sudah ‘Duta Insan’ Nasional 2013!

Kamis, 07 November 2013 - 0 Comments



By Christie Damayanti

138382598829925823
13838186781466182486
Dokumentasi IDKITA
Hariono dan Alicia - Duta Insan 2013

Siapa bilang remaja sekarang ‘mengkhawatirkan’ dan masa depan mereka tidak baik? Siapa yang bilang remaja hanya seenaknya saja dan tidak peduli lingkungan? Siapa bilang remaja Jakarta jaman sekarang hanya sibuk dengan dirinya sendiri tanpa peduli dengan masa depannya? 

Mungkin memang ada yang seperti itu, tetapi yang aku tahu bahwa mereka adalah remaja2 yang bertanggung jawab dan mempunyai masa depan yang cemerlang! Dari beberapa tahun lalu, ketika aku mulai untuk ‘mengenal’ mereka lebih baik, lewat beberapa pelayananku, ternyata aku menemukan remaja Indonesia merupakan remaja2 yang tahu tanggung jawab dan peduli dengan lingkungannya.

***

Ketika aku terjun dalam pelayanan bagi anak2 dan remaja Indonesia, Tuhan menuntunku untuk merangkul mereka mulai tahun 2011 lewat juri nasional lomba menulis surat remaja, 2 tahun berturut. Bisa dilihat link2 berikut ini : Internet atau Menulis Surat?, Banggaku kepada Remaja Indonesia yang belum Terwadahi atau “Kemenangan adalah Proses, Bukan Kemenangan itu Sendiri”, kata Mereka dan sebagainya.

Dan mulai tahun 2012, aku masuk ke lingkungan teknologi untuk membuat remaja tahu tentang hak2 dan kewajibannya dalam dunia maya. Lihat tulisanku IDKITA Remaja Sudah Membuktikannya.

Dan kemarin, aku menemukan remaja2 yang juga sangat membanggakan dalam pemilihan Duta Insan ( Internet Sehat dan Aman ) Nasional 2013 yang diselenggarakan bersama IDKITA dengan KemKominfo. Mulai dari sekitar bulan Juni 2013 menjaring remaja2 yang ingin menjadi ‘terang’ bagi teman2nya, seleksi yang cukup rumit dan ketat ( lihat tulisanku ‘Duta Insan’ 2013 : Remaja [IDKITA] Calon Kebanggaan Bangsa ) sampai kemarin hari Rabu 6 November 2013, adalah penganugerahan 2 orang Duta Insan ( putra dan putri ) dari 20 finalis yang sedianya akan di berikan oleh bapak Tifatul Sembiring, Menteri Komunikasi dan Informatika, RI.

Sejak bulan Juni 2013 ini, tim IDKITA merangkul remaja2 itu, diseleksi sampai terpilih 20 finalis. Bukan hanya mengikuti kegiatan mereka saja atau hanya menjawab pertanyaan2 mereka saja yang memang sangat ingin tahu, tetapi kami lebih memposisikan sebagai teman, sahabat, atau orang tua mereka. ada yang memanggil kami kak, komandan, tante, atau om. Tp ada juga yang memanggil aku sebagai ‘ibu’ dan ‘bunda’. Mereka mau dan bisa untuk curhat tanpa malu2 dan kamipun menanggapinya. 

Kami membuka group ‘Finalis Duta Insan 2013′ di Facebook serta meladeni pertanyaan2 mereka yang memang selalu ingin tahun lewar group conference inbox Facebook. Dari pagi sampai pagi lagi, jika libur atau weekend, mereka terus bertanya atau sharing tentang apapun. Dan kami benar2 tersenyum ketika kami tahu bahwa mereka saling mengisi satu dengan yang lain untuk saling mendukung. Dan jika ada permasalahan yang satu, yang lain mencoba mencari solusinya.

Misalnya saja tentang Weka, salah satu finalis termuda berumur 13 tahun dari Bali. Susah sekali meyakinkan orang tuanya untuk Weka datang ke Jakarta mengikuti karantika bootcamp. Sampai Weka hampir gagal ke Jakarta karena orang tuanya tetap tidak mengiinkan. Teman2nya sangat mendukung dan terus berusaha agar Weka tidak patah semangat! Kami selalu tersenyum sampai kadang2 bulu kudukku meremang ketika mereka saling support sampai2 BB lu selalu berbunyi nyaring karena berbalas2an untuk men-support Weka, even sampai tengah malam!

Begitu juga permasalahan2 yang lain, selama hampir 6 bulan ini. Kami sudah menjadi 1 keluarga ‘Duta Insan’ dan kami sudah menganggap mereka adalah anak2 kami sendiri. Walau kami merupakan ‘keluarga dari dunia maya’ tetapi masing2 dari kami sudah mengetahui identitas yang jelas lewat kegiatan2 kami di chatting, Facebbok, Kompasiana bahkan ber-telpon jika memang dibutuhkan. Sebuah keluarga yang bahagia walau bermula dalam dunia maya …..

Satu persatu seleksi dan pendekatan kepada mereka menyadi nyata ketika Bootcamp di Cico Resort Bogor tanggal 3 - 5 November 2013 berjalan dengan sangat baik! Tim IDKITA tetap mensupport lewat conference inbox karena hanya Valentino ( komandan IDKITA ) yang bisa mendampingi mereka disana. Aku hanya bisa sampai pembukaannya saja, karena melepas anakku yang juga menjadi Finalis Duta Insan Nasional 2013. Tetapi Valentino yang selalu menjaga mereka, merangkul mereka sampai membuat mereka tahu betapa berharga mereka sebagai generasi muda Indonesia dengan masa depan yang cerah.

1383819004358696190
20 orang Finalis Duta Insan 2013 di Cico Resort Bogor

1383818912118951747
13838189541058130120

Pada hari pembukaan, mereka masih malu2 dan jaim. Satu persatu mereka datang di Cico Resort Bogor. Ada beberapa yang diantar orang tuanya, termasuk Michelle anakku. Maklum, mereka adalah remaja yang masih dibawah umur dan mereka masih menjadi tanggung jawab orangtuanya, belum bisa bertanggung jawab sendiri. Tetapi ketika pembukaan tiba sekitar jam 16.00, panitia Kominfo mulai ‘mencair’ kan mereka, aku sempat melihat bahwa mereka mulai ceria dengan beberapa permainan2 lucu. 

Dan aku mulai tenang melepas Michelle yang manja dan pemalu di tengah2 ‘dunia baru’ yang belum pernah dimasuki nya dan aku pulang diatar Kominfo keesokan paginya ke Jakarta ……

***
 
Penganugerahan itu tiba. Hari Rabu tanggal 6 November 2013 di Flores Ballroom Hotel Borobudur, Lapangan Banteng Jakarta. Hari itu adalah ‘hari mereka’ setelah sekitar 6 bulan digodok untuk menjadi Duta Insan dan dididik dan dilatih di bootcamp di Bogor oleh orang2 yang terbaik di bidang masing2. 

Ada psikolog, ada yang mengajarkan tentang IT, ada yang bertutur cara bersikap kepada publik, ada yang mengajar tata cara bertutur kata dalam presentasi atau bagaimana cara menulis untuk salah satu pemanfaatan teknologi internet, termasuk Valentino dalam membuat quiz untuk memantau seberapa besar animo remaja2 tersebut dalam rencana mengemban tugas sebagai Duta Internet Sehat dan Aman 2013.

Aku baru bertemu remaja2 itu, termasuk Michelle, sejak hari Minggu tanggal 3 November lalu. Wajah mereka berseri2, termasuk Michelle. Dalam 3 hari ini Valentino banyak bercerita bahwa mereka sangat luar biasa! Bahwa kita patut bangga kepada mereka karena mereka adalah remaja2 harapan bangsa! 3 hari ini, bulu kudukku sering meremang ketika Valentino bercerita banyak hal, termasuk bercerita tentang Michelle. Banggaku membuat hatiku selalu dilimpahkan keinginan untuk terus berkarya untuk anak2 dan remaja Indonesia.

1383818788299292268
13838188621754376058
20 orang finalis Duta Insan 2013 dan Michelle mendapat penghargaan sebagai finalis …..

Mereka berlaga dalam sportifitas dan para jurilah yang menilai mereka. Untukku sendiri, untuk Tim IDKITA sendiri, mereka semua adalah PEMENANG! Mereka mampu menyisihkan sekitar 1700 pendaftar dan tersaring dari ratusan remaja menjadi 20 finalis. Dan mereka semua berasal dari ke-Bhinneka Tunggal Ika Indonesia. Memang  tidak dari 34 propinsi, tetapi tetap bisa mewakili suku bangsa dan agama. Ada dari Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan Bali. Sayang tidak ada dari Maluku, Papua dan daerah2 disekitarnya. 

Mereka berasal dari 4 agama yang ada di Indonesia dan mereka tetap kompak dalam suasana ke-remaja-an mereka yang khas dan tidak pernah memperlihatkan keinginan untuk menonjolkan diri. Untuk kami, mereka sangat membanggakan!

Pengumuman pemenang selesai sudah. Duta Insan ada 2 orang. Yang putra adalah HARIONO siswa klas 3 SMA dari Sumatra dan yang putri adalah ALICIA siswi klas 3 SMP dari Jakarta. Dan yag lainnya juga sangat antusias untuk tetap saling mendukung! Puji Tuhan!

Penganugerahan diwakikan oleh  Dirjen Telematika Bapak Ashwin Sasongko karena pak Tifatul Sembiring berhalangan. Tetapi beliau mengundang mereka jam 13.00 di kantornya untuk bersilahturahmi bersama. Dan setelah itu, rombongan remaja diantar ke Hotel Cempaka menunggu kepulangan besok pagi ke daerah masing2. Malam itu, mereka acara bebas dan bersuka ria untuk menghabiskan saat2 terakhir di Jakarta  …..

1383818740738205987

Michelle ditengah2 Menteri komunikasi dan Informasi, Bp. Tifatul Sembiring dan Dirjen Telematika, Bp. Ashwin Sasongko di Kantok Menteri Kominfo - Rabu, 7 November 2013

***
 
Remaja Indonesia! Sosok inspiratif yang akan memegang tampuk masa depan Indonesia! Kita harus selalu mendukung mereka, dengan bimbingan sesuai dengan kasih Tuhan dan keremajaan mereka. Dan ternyata, mereka sangat membanggakan!

Adik2, anak2ku, tetaplah semangat! Teruslah belajar, dan melakukan kegiatan yang sesuai dengan umurmu dan selalu melakukan yang terbaik, ya! Kami doakan selalu, untuk kalian menjadi berkat bagi semua orang, khususnya di keluarga kalian dan 
lingkungan kalian …..

Selamat belajar, Tuhan Berkati!

1383819038656355716

Subscribe

Berlangganan Artikel Saya

© 2013 Christie Damayanti. All rights reserved.
Designed by SpicyTricks